.

Agar anda di do'a kan Malaikat

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Tidak ada seorang muslim pun yang mendo’akan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama”. [Hadits Riwayat Muslim No. 4912]

Selasa, 19 Mei 2015

TEKNOLOGI PENUMBUHAN PAKAN ALAMI DAB ALTERNATIF/BUATAN


1.
I. PENDAHULUAN
PENUMBUHAN PAKAN ALAMI DAN ANTERNATIF     
PAKAN MURAH BERKUALITAS TINGGI

Dunia usaha perikanan semakin dituntut untuk dapat memanfaatan lahan secara optimal sehingga produktivitas lahan dapat ditingkatkan semaksimal mungkin.   Sejalan dengan intensifikasi lahan maka ketersediaan pakan sebagai penunjang keberhasilan sektor perikanan dewasa ini menjadi penentu utama yang dikarenakan biaya produksi sebesar 60 – 70 % di sektor perikanan dihabiskan untuk konsumsi pakan ikan.
Mencari alternatif pakan murah, tanpa mengesampingkan kualitas dan kuantitas akan semakin jauh dari para petani, sejalan dengan melambungnya harga dasar semua bahan baku pakan, sementara para pembudidaya ikan harus berhadapan dengan biaya operasional pakan yang sangat besar yaitu sekitar 60-70% (Yanuartin, C. 2004), oleh karena itu upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana mencarikan jalan keluarnya.

TUJUAN PELATIHAN

² Mengetahui bermacam-macam pakan ikan baik yang alami maupun buatan

² Mengetahui bahan-bahan lokal yang dapat dipergunakan sebagai pakan ikan buatan

² Memahami prinsip-prinsip pembuatan pakan ikan buatan

² Mengetahui aspek ekonomi untuk pembuatan pakan ikan buatan


MATERI PELATIHAN

² Mengetahui macam makanan ikan dan pencernaannya
² Memahami pengetahuan gizi yang dibutuhkan oleh ikan
² Mengetahui penyusunan formula atau ramuan yang diperlukan sesuai dengan fase ikan
² Mengetahui prinsip-prinsip umum dalam pembuatan pakan ikan buatan
² Mengetahui pengujian mutu pakan ikan buatan secara praktis
² Memahami prinsip-prinsip dalam penyimpanan pakan ikan buatan
² Memahami cara pemberian dan jumlah pemberian pakan ikan serta pengaruh lingkungan


II.
PAKAN

Pakan memiliki peranan penting sebagai sumber energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan dan perkembangbiakan. Oleh sebab itu nutrisi yang terkandung dalam pakan harus benar-benar terkontrol dan memenuhi kebutuhan dari ikan tersebut. Pemberian pakan yang sesuai akan menghindarkan ikan dari berbagai serangan penyakit, kususnya penyakit nutrisi. Penyakit nutrisi ini biasanya menyerang ikan yang hanya diberi pakan sembarangan tanpa memperhitungkan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan pemberian pakan dengan kadar lemak tinggi juga menyebabkan difisiensi thiamin (Vitamin B1).
Penyakit nutrisi dapat dihindari dengan pemberian kombinasi pakan alami dan pakan buatan dengan komposisi yang lengkap
Hal lain yang harus diperhatikan adalah kualitas pakan yang diberikan. Pakan yang sudah busuk atau pakan buatan yang kadaluarsa
(tengik/berjamur) dapat menyebabkan ikan menjadi sakit


Mengapa nutrisi harus lengkap????

Penyakit nutrisi

1)Kekuranganvitamin
Kekurangan vitamin dapat mengakibatkan kelainan pada bentuk tubuh dan fungsi organ pada ikan. Lebih lanjut hal ini mengakibatkan lambatnya pertumbuhan dan rendahnya sintasan sehingga sangat merugikan pembudidaya. Kekurangan vitamin ini juga menyebabkan ikan rentan terhadap serangan penyakit bakterial dan jamur yang dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi.


2)Kekurangan protein
Kekurangan protein berarti kekurangan asam amino yang merupakan zat yang diperlukan untuk ketahanan tubuh, sehingga kekurangan protein menyebabkan ikan menjadi mudah terserang penyakit infeksi.


3)Kekurangan asam lemak essensial
Kekurangan asam lemak essensial menyebabkan perubahan warna dan erosi pada sirip serta masuknya lemak kedalam hati. Hal ini menebabkan lemahnya pertahanan tubuh ikan dan lambatnya pertumbuhan.


4)Lipoid liver degeneration

Penyakit ini disebut juga lipodosis. Menyebabkan pembengkakan pada hati dan kekurangan darah. Pertumbuhan ikan menjadi lambat dan sintasannya rendah. Penyakit ini disebabkan oleh pemberian pakan yang lemaknya sudah rusak. Penyakit nutrisi dapat dihindari dengan pemberian kombinasi pakan alami dan pakan buatan dengan komposisi yang lengkap.


3.  KULTUR MASAL PAKAN ALAMI

Kultur masal pakan alami adalah upaya membudidayakan plankton sebagai pakan alami ikan dalam jumlah dan tempat yang banyak. Kultur pakan alami ikan sangat penting untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan benih ikan,terutama benih ikan ukuran lepas hapa (kebul). Kultur pakan alami dapat dilakukan dengan pemupukan.akan tetapi dengan cara ini akan tumbuh penyakit yang dapat menyerang benih ikan tersebut. jadi perlu pemupukan dengan jenis dan dosis pupuk yang tepat.cara lain adalah dengan menanami benih plankton tertentu agar hanya satu macam atau jenis plankton saja yang dapat tumbuh.

Beberapa jenis plankton (zooplankton) yang umum dibutuhkan benih ikan antara lain sebagai berikut:
1. ROTIFERA, 2. MOINA,
3. Daphnia, 4. Cacing Tubifek

1.ROTIFERA

Kultur Rotifera dapat dilakuakn di bak beton atau bak tanah yang sumber airnya mengandung Rotifera. sebagai sumber air dapat menggunakan air sungai,air kolam,atau air yang diinokulasi dengan Rotifera. Air yang masuk ke dalam bak atau kolam harus di saring terlebih dahulu,terutama
untuk menghindari adanya ikan atau serangga air yang dapat masuk ke dalam kolam atau bak.
Bak atau kolam di keringkan terlebih dahulu selama 2-3 hari kemudian diisi air dan di lakukan pengapuran sebanyak 100 g/m2.
Pengapuran ini bertujuan untuk memberantas ikan,predator,atau hama yang hidup di dalam bak atau kolam dan untuk menaikkan pH. Setelah itu dilakuakn pemupukan kotoran ayam kering sebanyak 1 kg/m2.
Kemudian bak atau kolamdiisi air dengan kedalaman 0,5 m.permukaan air di semprot dengan Sumithion sebanyak 6-8 ppm untuk memberantas Cladocera agar tidak mengganggu pertumbuhan Rotifera.
Panen Rotifera dapat di lakukan setelah 5-6 hari pemeliharaan dengan pengambilan contoh air dan di saring dengan plankton Net Muller No.25 Dengan cara tersebut dapat dilakukan panen Rotifera pada hari ke 5-12 dari saat setelah pemupukan berlangsung.

2. MOINA
Kultur moina sebaiknya dilakukan di wadah yang di letakkan di bawah atap yang transparan,misalnya atap plastik,untuk menghindari sinar matahari langsung dan curah hujan. Wadah atau tempat yang telah diisi air sumur dengan kedalaman 40-60 cm.di pupukdengan kotoran ayam kering (tanpa sekam)
Sebnyak 1 kg/m2.selain itu ,kedalam media kultur tersebut di gantungkan kantong terilin atau karung yang berisi bungkil kedelai sebanyak 200g/m3. Bibit Moina di tanam sehari setelah pemupukan awal sebanyak 2g/m3 Bibit Moina ditanam sehari setelah pemupukan awal sebanyak 2 g/m3.bibit moina dipilih yang berwarna merah dan Berukuran besar. Pemupukan ulang dilakukan 4 hari setelah pemupukan awal sebanyak 0,25 dosis atau 250 g kotoran ayam kering dan 50 g bungkil kedelai.Pemanenan dapat di lakukan antara 7-9 hari setelah pemupukan awal dwngan serokan dari kain terilin. Untuk mendapatkan Moina setiap hari dapat di pakai 6 wadah dengan pelaksanaan kultur secara bergilir, yaitu 2 hari sekali.dengan cara tersebut dapat menghasilkan Moina 150-400 g/m3/hari.

3.Daphnia

Daphinia cepat di kultur di tempat trbuka. Untuk wadah kultur dapat digunakan bak atau konteiner. Bak atau konteiner diisi dengan air sumur lalu dipupuk dengan kotoran ayam kering tanpa sekam sebanyak 1,5 kg/m3. Kotoran ayam tersebut dimasukkan kedalam kantong terilin atau karung dan digantung dalm media kultur. Sehari setelah pemupukan awal, bibit daphnia ditebar sebanyak 5 g/m3. pamupukan ulang dilakukan antara 7-14 harisetelah pemupukan awal
sebanyak 0,5 dosis (750 g/m3). Pemupukan dilakukan 21hari setelh pemupukan awal dan dilakukan setiap hari selama sebulan. Dalam sehari pemenenan dapat dihasilkan Daphnia sebanak 25 g/m3. Dengan cara ini dapat dihasilkan kira-kira 30 kg dalam kurun waktu sebulan.

4. Cacing Tubifek/Sutra

Bentuk tubuh cacing ini menyerupai rambut dengan panjang badan antara 1-3cm dengan tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas ruas. Cacing ini hidup dengan membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik. Cacing ini meiliki 57% protein dan 13% lemak dalam tubuhnya. Cacing sutra merupakan hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi dua sebelum menetas. Bahan organik yang baik untuk digunakan oleh cacing sutra adalah campuran antara kotoran ayam, ampas tahu, dedak (bekatul) dan lumpur.

1. Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil dari alam
Note : Sebaiknya bibit cacing di karantina dahulu karena ditakutkan membawa bakteri patogen.


2.Persiapan Media

Media perkembangan dibuat sebagai kubangan lumpur dengan
ukuran 1 x 2 meter yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap kubangan dibuat petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm

3.Pemupukan
Lahan di pupuk dengan dekak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/M2.

4.Fermentasi
Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.

5.Penebaran,Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2 – 5 Liter / detik

6.Pemanenan
Cacing Bisa dipanen setelah 8 – 10 hari.



4.1.PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN

       Jenis bahan baku yang harus disiapkan sangat bergantung kepada jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dan stadia pemberian pakannya. Selain itu untuk mengetahui jenis-jenis bahan baku yang akan dipilih harus dilakukan perhitungan. Perhitungan jumlah bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan tersebut dinamakan menyusun formulasi pakan. Setelah mengetahui tentang jenis-jenis bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan, kandungan zat gizi dari bahan-bahan baku tersebut dan cara menyusun formulasi/ramuan pakan buatan barulah kita dapat membuat pakan buatan. Pada bagian sebelumnya telah dibahas tentang jenis bahan baku dan kandungan gizinya selanjutnya adalah menyusun formulasi.
        Pengetahuan yang harus dipahami dalam menyusun formulasi pakan ikan adalah kebutuhan ikan akan beberapa kandungan zat gizi antara lain adalah :

  1.  Protein, kebutuhannya berkisarantara 20 – 60%. Untuk ikan-ikan
laut biasanya kebutuhan protein
cukup tinggi karena merupakankelompok ikan karnivora yaitu
berkisar antara 30 – 60%.Sumber protein dapat diperoleh
dari hewani atau nabati tetapiuntuk ikan laut lebih menyukai
sumber protein diambil darihewani.

  • Lemak, kebutuhannya berkisar antara 4-18%. Sumber
  • lemak/lipid biasanya adalah : Hewani : lemak sapi, ayam, kelinci, minyak ika Nabati : jagung, biji kapas,
    kelapa, kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai
  •  Karbohidrat, terdiri dari serat kasar dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), kebutuhannya berkisar antara 20 – 30%. Sumber      karbohidrat biasanya dari nabati seperti jagung, beras, dedak, tepung terigu, tapioka, sagu dan lain-lain. Kandungan serat kasar kurang dari 8% akan menambah struktur pellet, jika lebih dari 8% akan mengurangi kualitas pellet ikan.
  • Vitamin dan mineral, kebutuhannya berkisar antara 2–5% Jumlah keseluruhan bahan baku dalam menyusun formulasi pakan ikan ini harus 100%.
  •        Ada beberapa metode yang digunakan dalam menyusun formulasi pakan antara lain adalah :
    1. Metode Pearsons Square (Metode segi empat Pearsons)
    2. Metode Aljabar
    3. Metode Linier (Program linier)
    4. Metode coba-coba (Trial and Error)
    5. Metode Work Sheet
    4.1.1.Metodesegi empat Pearsons
     Metoda segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali dibuat oleh ahli pakan ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons.. Metode ini ternyata dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan digunakan untuk menyusun formulasi pakan ikan.Dalam menyusun formulasi pakan ikan dengan metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan ikan. Berdasarkan tingkat kandungan protein, bahan-bahan pakan ikan initerbagi atas dua bagian yaitu :
    • Protein Basal, yaitu bahan baku pakan ikan, baik yang berasal dari nabati, hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein kurang dari 20%.
    • Protein Suplement, yaitu bahan baku pakan ikan, baik yang berasal dari nabati, hewani dan limbah yang mempunyai kandungan protein lebih dari 20%.
           Dalam metode segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan. Disarankan untuk memilih bahan baku pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber bahan saja tetapi menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati, hewani atau limbah hasil pertanian. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35% dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan, dedak halus, tepung jagung, tepung terigu dan tepung kedelai. Maka dengan menggunakan metode segiempat ini, tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah :
    • Mengelompokkan bahan baku yang telah dipilih berdasarkan kadar protein dari setiap bahan baku tersebut yaitu ;
    - Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak halus 15,58%, Tepung Jagung 9,50%, Tepung terigu 12,27%
    - Bahan baku kelompok protein Suplemen: Tepung ikan 62,99%, Tepung kedelai 43,36%

  • Melakukan perhitungan rata-rata kandungan bahan baku dari protein basal dan protein suplemen dengan cara melakukan penjumlahan semua bahan baku yang berasal dari protein basal dan membagi dengan berapa macam jumlah bahan baku protein

    • basal. Begitu juga dengan bahan baku suplemen dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen kemudian dibagi dengan
    • berapa macam jumlah bahan baku protein suplemen. Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar protein basal dari ketiga bahan baku tersebut adalah 15,58% +9,50% + 12,27% = 37,35%, kemudian nilai rata-rata bahan baku protein basal adalah 37,35% : 3 = 12,45%. Sedangkan jumlah kadar protein suplemendari dua bahan baku tersebutadalah 62,99% + 43,36% =109,35%, kemudian rata-rata bahan baku protein suplemen adalah 109,35% : 2 = 54,68%.
    • Setelah bahan baku dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu protein basal dan protein suplemen maka langkah selanjutnya adalah membuat kotak segi empat. Pada bagian tengah kotak segi empat diletakkan nilai kandungan protein pakan yang akan dibuat. Pada bagian atas kiri segiempat diletakkan nilai rat-rata kandungan protein basal dan pada bagian bawah kiri segiempat diletakkan nilai ratarata kandungan protein suplemen, lihat pada gambar dibawah ini ;
    Lakukan perhitungan untuk mengisi kekosongan nilai pada sisi sebelah kanan segiempat dengan cara diagonal untuk setiap kandungan protein basa dan kandungan protein suplemen tersebut. Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang akan dibuat yaitu 35%. Untukmengisi nilai disebelah kanan segiempat bagian atas adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai tersebut adalah melakukan pengurangan nilai protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54,68% - 35% = 19,68%. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein bahan baku basal yaitu 35% - 12,45% = 22,55%, maka dapat dilihat pada gambar segiempat dibawah ini adalah sebagai berikut ;
    • Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut segiempat tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan nilai pada bagian sisi sebelah kanan, maka dapat dilihat pada gambar segiempat di bawah ini:
    Langkah selanjutnya adalah melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan cara sebagai berikut : 19,68% Protein Basal = ---------- X 100% 42,23% = 46,60% 22,55% Protein = ---------- X 100% Suplemen 42,23% = 53,40%
    - Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan adalah sebagai berikut :
    - Komposisi bahan baku yang berasal protein suplemen adalah : Tepung ikan = 53,40% : 2 = 26,7% Tepung kedelai = 53,40% : 2 = 26,7%
    - Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah : Dedak halus = 46,60% : 3 = 15,53% Tepung Jagung = 46,60% : 3 = 15,53% Tepung terigu = 46,60% : 3 = 15,53%

    Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan perhitungan sebagai berikut :
    Tepung ikan 26,7% X 62,99% =     16,82%
    Tepung kedelai 26,7% X 46,36%
         =     12,38%Dedak halus
       15,53% X 15,58%         =        2,42%Tepung jagung 15,53% X 9,50% =       1,48%
    Tepung terigu 15,53% X 12,27% =       1,91%                                                       -------------- +
                                                                                         35,01%Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang harus disiapkan adalah sebagai berikut :

    Tepung ikan 26,70% X 100 kg   =     26,70 kgTepung kedelai 26, 70% X 100 kg =   26,70 kg
    Dedak halus 15,53% X 100 kg
      =     15,53 kgTepung jagung 15,53% X 100 kg
     15,53 kgTepung terigu 15,53% X 100 kg =      15,53 kg
                                                  
                --------------- +  99,99    kg


    5. PAKAN BUATAN

    Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan pakan pemberian pakan buatan. Pakan yang berkualitas baik mengadung zat-zat makanan yang cukup yaitu: protein yang mengandung sam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Masing-masing ikan mempunyai kebutuhan optimal protein yang berbeda-beda, misalnya untuk daerah tropis, benih ukuran kebul dan putihan memerlukan protein sekitar 50%, ukuran jari (gelondongan) memerlukan protein 40%, dan ikan yang berukuran lebih besar memerlukan protein antara 30 – 35%. Karbohidrat dalam pakan kira-kira 30%. Adapun bentuk dan ukuran pakan setiap ikan memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan bukaan mulut dari ikan tersebut.
    Adapun beberapa bentuk pakan yang dikenal antara lain :
    a.      emulsi, b. tepung, 
    b.      c.remah dan d.pellet.

    a.Emulsi
    emulsi merupakan bentuk pakan tambahan untuk benih umur 5 – 21 hari. Bahan dari pakan ini terbuat dari kuning telur ayam dan tepung kedelai dengan perbandingan 1 : 1 serta ditambah vitamin 1% (vitamin bias dibeli diapotek) cara pembuatan larutkan kuning telur ayam rebus dalam 200 ml air matang yang ditambah dengan 40 g tepung kedelai halus, 5 g tepung sagu (sebagai perekat ), dan 1 g vitamin.campuran bahan-bahan tersebut di atas diaduk rata sambil di panaskan sampai terbentuk emulsi. Pakan buatan itu cukup untuk benih seberat kira-kira 1 kg yang diberikan 6-8 kali sehari selama kira-kira 5 hari.pakan ini di berikan dengan cara disemprotkan merata diatas permukaan air.Pakan berbentuk emulsi tidak boleh disimpan di udara terbuka lebih dari 10 jam. Sebaiknya emulsi ini di simpan dalam lemari es atau dengan membuatnya setiap akan memberi pakan.

    b.Tepung Dan Remah
    tepung merupakan pakan tambahan benih ikan yang berumur antara 21-80 hari.jenis pakan buatan ini terdiri dari tepung halus untulk benih yang berumur 40-80 hari.pakan buatan yang berupa tepung ini terbuat dari pellet yang di giling halus dan di ayak.benih yang berumur antar 80-120 hari tidak di beri pakan berupa tepung lagi tetapi berupa remah.pemah merupakan pecahan pellet kering.

    c.Pellet
    pellet adalah pakan tambahan yang di cetak dalam bentuk butiran sebesar kacang hijau dan diberikan untuk ikan dalam tahap pembesaran formulasI pellet ada bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya berikut ini adalah salah satu contoh formulasi pellet.

    Tepungikan
    Tepungkedelai
    Premix
    Kuningtelur
    Tepungterigu
    50%
    30%
    13%
    5%
    2%


    FORMULASI PAKAN PELET BASAH

    FORMULA 1 (FORMULASI ALTERNATIF)
    BAHAN Komposisi yang diberikan Kandungan Protein dalam bahan baku Kandungan Protein dalam formulasi :

    1
    Ikan Rucah
    20 %
    40 %
         8    %
    2
    Manggot
    20 %
    40 %
         8    %
    3
    Tepung Ikan
    20 %
    52 %
    10.4  %
    4
    Tapioka
    20 %
    14 %
    2.8  %
    5
    Dedak
    20 %
    12 %
    2.4  %
    Jumlah
    100 %
    -
    31.6  %

    FORMULA II : Membuat pakan untuk menekan biaya produksi
     Pemberian dilakukan pada saat masa pemeliharaan lebih dari 1  bulan Untuk ikan Lele
    ¨  Ampas tahu 10 kg
    ¨  Dedak / bekatul 10 kg
    ¨  Tepung ikan 2 kg / pakan udang yang dihaluskan
    ¨  Tambahkan 250 ml probiotik
    ¨  Tambahkan tetes 1 liter
    ¨  CARANYA :
    ¨  Semua bahan dicampur hingga homogen
    ¨  Difermentasi selama ± 5 hari
    ¨  Pemberian pakan dilakukan 3x sehari (Pagi, siang, malam) sebanyak 5% / hari dari bobot ikan
    ¨  Diberikan penambahan pakan pellet sebanyak 2% / hari dari bobot ikan setelah pemberian pakan ampas tahu fermentasi
    TIP 3b : 
    Selain itu probiotik dapat jg berfungsi menambah pakan alami, menghilangkan  bau  amonia, dll....
    Fungsi :
    •  Menambah pakan alami, menekan pakan pabrikan Ø
    •  Meningkatkan daya dukung dan kepadatan kolam.Ø
    • Menciptakan lingkungan ideal, bersih, dan sehat bagi ikan/hewan air lain.Ø
    •  Menghilangkan bau ammonia dan lendir disekitar dan dasar kolam.Ø
    •  Mengurai sisa-sisa pakan dan limbah organik ikan/hewan air ( kotoran, kulit hewan air, dan organisme air yang mati).Ø
    •  Mencegah pertumbuhan berlebih algae.Ø
    •  Menekan bakteri dan virus yang merugikan.Ø


    6. Membuat Pakan Ikan sendiri

          “Membuat pakan sendiri,” banyak pembudidaya ikan berpikir apa bisa membuat pakan ikan sendiri untuk peliharaan ikan? Tentunya bisa. Melihat sekarang pakan atau pellet terus naik harganya dan makin tidak terjangkau para petani budidaya ikan. Pellet ukuran 5ml, 3 ml, 1.5 Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang baik. Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila atau tilapia berbeda dengan ikan lele. Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya.  Pakan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat  untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama. Macam-macam bentuk pellet Sering terjadi ikan dipanen pada umur 6 bulan menjadi 8 bulan untuk ikan nila berukuran 500 gr. Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang.  

    Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan. Ikan yang berumur 1-2 bulan nilai protein antara 35%-50%. Ikan nila yang berumur 2 bulan keatas 25%-35% . lihat table untuk lebih lanjut. Setelah mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan. Lihat table1. kandungan gisi bahan-bahan pembuatan pakan. Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan 

    Nama Bahan
    Protein
    Lemak
    Serat
    Tepung Teri
    63.7
    14.2      
    13.6
    Tepung Udang
    47.4          
    78.9      
    54.49
    Tepung Darah
    80.8          
    55.6
    10
    Tepung Bekicot
    39
    9.3
    31.05
    Tepung Ikan
    62.9
    9.6
    13.6
    Tepung Kedelai  
    46.8
    5.3
    13.54
    Tepung Terigu
    12.2
    71.1
    60
    Dedak Halus
    13.3
    2.4
    9.4
    Tepung Jagung    
    9.8
    3.2
    21.76
    Tepung Singkong

    0.8
    50.30
    Bungkil Kac Tnh
    34.5
    13.7
    10.7
    Bungkil Kelapa
    24.0
    8.0
    10
    TP Ayam Segar
    15.5
    10.2
    10.36
    TP Azolla
    27,2
    -
    -
    TP Ampas Tahu
    25.55
    6
    -

    Jika di daerah anda tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas anda masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan tiga macam saja tentu bisa juga. Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Ingat lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih baik daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan pembuatan pellet.

    Bahan
    Lemak
    Protein
    Bahan/KG
    Ikan
    9.6
    62.9
    100
    Dedak
    2.4
    13.3
    100
    Jagung
    4.5
    9.8
    100
    Kedelai
    1.3
    46.8
    100
    Kopra 
    16.7
    79.4
    100
    Ampas Tahu 
    2.6
    45,37
    100
                                                                                      
          Table2.

    Bagaimana mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila? Ada banyak cara untuk menghitung dan menkombinasiakan bahan pakan yang memenuhi standar yang di tentukan.Misalnya kita akan membuat pakan dengan nilai protein 40%, lemak 5% dengan bahan yang tersedia; tepung ikan, jagung giling, dan ampas tahu lihat contoh table formula campuran bahan pakan.
    Bahan Jumlah campuran Harga

    Formula
    BahanKandungan Nutrisi
                                 %Cost (RP/100 kg)


    Lemak (%)


    protein (%)

    Ikan Teri
    30.0
    1.80
    19.11
    Dedak
    0.0
    0.00
    0.00
    Jagung
    20.0
    0.90
    1.96
    Kedelai
    50.0
    0.65
    23.40
    Total
    100
    3.35
    44.47






          Tabel 3.


    Formula
    Ingredient Inclution RateInclution Contribution to

    Protein (%)

    %Cost (RP/100 kg)
    Lipid (%)
    Ikan Teri
    30.0
    1.80
    19.11
    Dedak
    50.0
    1.20
    6.65
    Jagung
    20.0
    0.90
    1.96
    Total
    100 .0
    3.90
    27.72

    Tabel  4.

                Contoh campuran bahan diatas hanya terdiri dari tiga bahan: tepung ikan, jagung halus, dan ampas tahu. Tentu saja anda bisa membuat dengan model campuran yang lain akan tetapi tepung ikan bahan utama yang harus ada dalam setiap pembuatan pakan ikan karena tepung  ikan  menimbulkan aroma yang dapat merangsang napsu makan  ikan dan akan lebih baik lagi bila di tambahkan dua persen minyak ikan pada campuran pembuatan pellet ikan. Perhitungan diatas adalah perhitungan kasar. Kualitas bahan dan lain unsur lain dapat mempengaruhi nilai kandungan gisi setiap bahan. Setelah ditentukan bahan yang akan di gunakan kita sampai pada proses pencampuran sebagai berikut;

    Sediakan tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg .Campurkan setiap bahan yang sudah ditentukan dalam kilogram. Aduk sampai semua bahan sudah tercampur dengan mereta. Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan menjadi berbentuk pellet. Mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering bisa  mencetak pellet basah.


    Gambar Praktek Pembuatan Pellet Desa Tamanan
               
                Desain pencetak pellet basah umumnya lebih murah dan mesin ini banyak di buat dalam negeri oleh bengkel-benkel industri kecil tapi, ada juga diantara mereka yang memproduksi mesin pencetak pellet kering dan harganya dua sampai tiga kali lipat, karena pembuatanya lebih mahal. Dalam proses pencetakan pellet basah hendaknya campuran air pada bahan jangan terlalu banyak atau sampai encer.Pellet akan terbentuk jika campuran tidak encer. Percobaan berulang-ulang akan menghasilkan takaran air yang tepat. Tuangkan bahan yang sudah dicampur ke mesin pencetak sedikit demi sedikit untuk melihat hasil cetakan apakah sudah bagus atau belum, tambahkan air jika mesin kelihatan bekerja terlalu berat atau jika terlalu encer tambahkan bahan kering yang sudah dicampur. Budidaya ikan nila akan lebih banyak menguntungkan jika pakan ikan dibuat sendiri. Makanan ikan merupakan biaya yang paling banyak dikeluarkan dalam usaha budidaya ikan.


    7.  Masalah Yang Timbul Dalam
          Pembuatan Pakan Ikan

                Kualitas bahan. Bahan-bahan yang tidak berkualitas ditandai dengan fisik bahan yang bersisik. Bahan yang bersisik disebabkan oleh bahan itu sendiri yang sudah lama atau juga semacam kutu dan bakteri. Ada juga bahan yang mulai rusak ditandai  dengan bau yang tidak
    sedap lagi, kerena bahan terlalu lama disimpan. Kerusakan pada tepung ikan, aroma ikan sangat tajam bila orama tidak tercium dengan kuat maka tepung ikan itu kurang berkualitas. Tepung ikan yang sudah lama disimpan tidak akan menimbulkan aroma ikan, Biasanya kandungan nutrisinya kecil. Kerusakan pada jagung disebabkan kurang kering atau kadar air masih tinggi. Binatang kecil semacam kutu juga banyak merusakan jagung yang disimpan terlalu lama. Sebaiknya jangan mengunakan bahan yang sudah berkutu dalam pembuatan pakan ikan. Demikian juga dengan dedak.Kebersihan mesin juga sangat penting dalam pembuatan pakan ikan. Setelah mesin digunakan sebaiknya mesin dibersihkan dengan air bersih yang betekanan (selang), supaya semua bahan yang tersisa saat membuat pellet terbawa air. Bagian dalam; sudut, ulir dan mata cetakan disemprot dengan air. Tapi, berhati-hati dengan mesin, bearing dan baut jangan sampai kena air. Dan lantai juga perlu dibersihkan dengan air. Pakan yang baik didukung oleh lingkungan kerja yang bersih. Sewaktu menjalankan mesin harus berhati-hati. Kecerobohan bisa menimbulkan kecelakaan fatal bagi operatonya. Setiap mesim mempunyai petunjuk manualnya, baca terlebih dahulu penjelasan cara pengunaan mesin dan pemeliharaan agar aman dan hemat. Pengeringan pakan. Pengeringan dengan panas matahari murah tapi disisi lain bisa menjadi mahal bila pakan sampai berjamur. Pengeringan secara moderen tidak menimbulkan masalah pengeringan yang berarti mungkin hanya pada teknisnya, akan tetapi pada pengeringan manual dengan mengunakan cahaya dan panas matahari sering menimbulkan masalah. Pakan kering sampai beberapa hari karena musim penghujan atau mendung mengakibatkan pakan berjamur. Suhu pakan lembab dan tidak kering akan menimbulkan jamur dan itu tidak baik untuk kesehatan ikan anda.
          Penyimpanan dan kemasan pellet ikan. Pellet yang sudah kering sebaiknya dimasukan kedalam karung plastic menghindarkan bakteri dan kotoran yang memicu kerusakan pellet. Tempat yang kering, bersih, dan tertutup tapi  tidak panas mencegah timbulnya jamur. Jika pellet hanya untuk pakai sendiri sebaiknya penyimpanan jangan sampai berbulan-bulan itu terlalu  lama, stok yang baik kurang dari sebulan dari tanggal produksi digunakan lebih baik. Kecuali, mengunakan pengawet dan pemeriksaan kadaluarsa analisa laboratotium.


    Ikan Tidak Mau Makan Pellet Buatan Sendiri
    Kenapa...? Awalnya ikan tidak mau makan pellet buatan sendiri.  Setelah mempelajari beberapa buku tentang budidaya ikan, Jenis makanan ikan, cara membuat pakan sendiri dan kebiasaan ikan makan secara fisiologis diperhatikan. Maka Pancaran tentang keinginan melakukan pembuatan pellet sendiri semakin semangat dan tinggi harapan keberhasilan dalam budidaya ikan dipekarangan juga terang. Disamping bukan secara kebetulan bahan-bahan dan peralatan untuk membuat pakan buatan sendiri (pellet Ikan) dilingkungan kita cukup banyak tersedia. .Persiapan alat dan bahan mulai dikumpulkan sesuai Nutrisi ikan, seperti Jagung, Kedelai, Dedak,Tepung Ikan, dll.
    Dan untuk bahan yang masih berbentuk kasar atau buitiran semuanya dihaluskan supaya dalam pencampuran lebih homogen. Setelah semua bahan digiling pakan ini di campur  (mixing) sampai merata dengan mengunakan mesin mixing. Kemudian, memasukan  bahan-bahan ini ke dimesin cetak pellet. Setelah pellet dikeringkan, dimulai mencoba memberikan pellet buatan sendiri ke ikan. Tapi, apa yang terjadi. Saya pikir ikan akan langsung memakan pellet buatan sendiri, melihat air dikolam tidak bergerak, tidak ada tanda-tanda ikan menyerbu pellet yang ditaburkan pada kolam ikan, pagi dan sore selama tiga hari tidak nampak ikan memakan pellet buatan sendiri . Beberapa hari seolah pakan buatan sendiri tidak digubris oleh ikan , kemudian mencoba dengan buatan pabrik. Segenggan saja pellet buatan pabrik ditebarkan, Ikan langsung mengerakan permukaan air dan semakin banyak di tebar pellet buatan pabrik semakin banyak ikan menyerbu pakan itu. Pasti pellet buatan pabrik lebih enak dari buatan sendiri. Saya kira pakan buatan sendiri bukan kurang protein. Tapi, ada unsur lain yang membuat ikan langsung menyerbu pellet pabrikan itu. Ada sat yang merangsang penciuman ikan sehingga ikan langsung memakan makanan produksi pt itu. Aroma pakan pabrik lebih tajam dan menarik buat ikan. Aroma yang ada dalam pakan buatan pabrik membuat ikan bernapsu makan. Aroma ikan itu berasal dari minyak ikan. Ikan makan minyak ikan. Penasaran dengan pellet buatan sendiri yang  dicuekin sama ikan kemudian mencari minyak ikan yang katanya bisa menamba napsu makan. Dengan mencampurkan tiga persen per seratus kilogram untuk membuat pellet.

    Setelah dicetak dan dikeringkan saya langsung memberikan pellet buatan sendiri itu ke kolam yang berisi ribuan ikan dan ratusan ikan lainnya dalam satu kolam. Seperti dugaan saya,”ikan langsung mengerakkan permukaan air bertanda pellet racikan ini berhasil”. Semakin ditebar makin banyak ikan yang doyan dengan pellet buatan sendiri. Ikan cepat besar. Tepung ikan dan minyak ikan sumber protein terbesar yang dibutuhkan ikan untuk cepat besar. Dalam membuat pakan ikan sebaiknya kedua bahan tersebut harus ada dalam menu pembuatan pakan ikan agar hasil produksi ikan maksimal. Minyak ikan mahal dan langka. Kenyataan minyak ikan susah di dapat apalagi daerah-daerah yang jauh dari industri pengolahan ikan dan pengolahan limbah ikan.  Oleh karena perusahaan besar yang bekerja sama dengan mensuplai  minyak ikan ke pabrik pembuatan pakan. Dan jarang minyak ikan  berada di pasaran tradisitional atau pasaran bebas. Apakah ada jalan lain? Bukti pengalaman. Saya tidak mengunakan minyak ikan terus menerus. karena minyak ikan terlalu  mahal. Dan jarang ada dipasaran local. saya mengunakan minyak ikan hanya untuk membuktikan bahwa minyak ikan itu dapat  menarik napsu makan ikan. Dan ternyata demikian. Jika anda ingin membuat pellet racikan sendiri anda boleh menambahkan minyak ikan dalam pembuatan pakan ikan anda. Bukan hanya ikan doyan makan tapi ikan akan cepat besar.Pellet pabrik dan pellet buatan sendiri. Di campur 1:3  satu kg pellet pabrikan tiga kg pellet buatan sendiri di campur sebelum ditebarkan ke ikan.  Alternative ini saya lakukan untuk membuat ikan terbiasa dengan pakan buatan sendiri. Dari pengamatan, lama-kelamaan ikan mulai memakan pakan yang dibuat sendiri tampa dicampur lagi. Ikan mulai terbiasa dengan pellet buatan karena terbiasa dengan pola makan. Kenyataannya ikan terus berkembang namun tidak jauh berbeda dengan  memberikan pakan pabrikan setelah diuji coba di dua kolam kecil yang  berbeda, akan tetapi pada awalnya mengunakan cara mencampur pakan pabrikan 1:3, untuk membuat ikan terbiasa dengan pellet racikan sendiri.  Pola makan membuat ikan bertambah besar. Kebiasaan makan yang baik juga mendorong pertumbuhan ikan. tiga kali sehari akan memacu pertumbuhan ikan  lebih baik. Jika ikan terbiasa dengan makan teratur hampir apa saja yang menyerupai pellet ikan akan menyerbunya. Hanya ikan yang memutuskan apa yang anda berikan baik untuk mereka. keuntungan dan kerugian budidaya nila. 



    SELAMAT MENCOBA
    SEMOGA  SELALU  SUKSES





              Daftar Pustaka

    *. Atmadja ,  H ,   Pengamatan  Makanan  Tambahan  / Buatan
    Kontribusi No.6.10
    Lembaga Penelitian Perikanan Darat , Bogor,  t.th
    *. Haniah., Penetapan Oksigen yang larut dalam air,Derektorat
    Jenderal Perikanan,Lembaga Penelitian
    Perikanan Darat, Bogor, 1972
    *. Rahardi, F. 1993 ................ Kristiawati, Ragina, Nazaruddin
    Agrobisnis Perikanan Penerbit Swadaya,Jakarta.
    *. Totok Sudaryanto, 2000. ...................... Ketahanan Pangan &
    Agribisnis. Ekstensia Vol. II tahun VI
    *. Sutarjo HS. 99 .................... Majalah, Peternakan, Perikanan 
    AquaKultur 42 / 49
    *. Hadi ............................     Ikan    Sumber    Protein   Hewani
    Trubus , No 1378 tahun XII
    *.Ondi Mulyadi Sukma dan Maman Tjarmana, Budidaya Ikan
    Volk WA, Margaret FW .  1993.  Mikrobiologi dasar Jilid I
    Jakarta  : Erlangga,
    cetakan ke-1 Yasa Guna, Jakarta, 1980
    *. Sumantadinata, Komar. 1981.......  Pengembangan ikan-ikan
    peliharaan di Indonesia, Jakarta : Sastra Hudaya












    TEKNOLOGI

    PEMBUATAN

    PAKAN  IKAN






    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    disini bisa ditambah baru