1.
I. PENDAHULUAN
PENUMBUHAN PAKAN ALAMI
DAN ANTERNATIF
PAKAN MURAH BERKUALITAS
TINGGI
Dunia usaha perikanan semakin dituntut untuk dapat memanfaatan lahan secara
optimal sehingga produktivitas lahan dapat ditingkatkan semaksimal
mungkin. Sejalan dengan intensifikasi
lahan maka ketersediaan pakan sebagai penunjang keberhasilan sektor perikanan
dewasa ini menjadi penentu utama yang dikarenakan biaya produksi sebesar 60 –
70 % di sektor perikanan dihabiskan untuk konsumsi pakan ikan. Mencari alternatif
pakan murah, tanpa mengesampingkan kualitas dan kuantitas akan semakin jauh
dari para petani, sejalan dengan melambungnya harga dasar semua bahan baku
pakan, sementara para pembudidaya ikan harus berhadapan dengan biaya
operasional pakan yang sangat besar yaitu sekitar 60-70% (Yanuartin, C. 2004),
oleh karena itu upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana mencarikan jalan
keluarnya.
TUJUAN
PELATIHAN
²
Mengetahui bermacam-macam pakan ikan baik yang alami maupun buatan
²
Mengetahui bahan-bahan lokal yang dapat dipergunakan sebagai pakan ikan
buatan
²
Memahami prinsip-prinsip pembuatan pakan ikan buatan
²
Mengetahui aspek ekonomi untuk pembuatan pakan ikan buatan
MATERI
PELATIHAN
²
Mengetahui macam makanan ikan dan pencernaannya
²
Memahami pengetahuan gizi yang dibutuhkan oleh ikan
²
Mengetahui penyusunan formula atau ramuan yang diperlukan sesuai dengan
fase ikan
²
Mengetahui prinsip-prinsip umum dalam pembuatan pakan ikan buatan
² Mengetahui pengujian mutu pakan ikan buatan secara praktis
² Memahami prinsip-prinsip dalam penyimpanan pakan ikan buatan
² Memahami cara pemberian dan jumlah pemberian pakan ikan serta pengaruh lingkungan
II. PAKAN
Pakan memiliki peranan penting sebagai sumber energi untuk pemeliharaan tubuh,
pertumbuhan dan perkembangbiakan. Oleh sebab itu nutrisi yang terkandung dalam
pakan harus benar-benar terkontrol dan memenuhi kebutuhan dari ikan tersebut.
Pemberian pakan yang sesuai akan menghindarkan ikan dari berbagai serangan
penyakit, kususnya penyakit nutrisi. Penyakit nutrisi ini biasanya menyerang
ikan yang hanya diberi pakan sembarangan tanpa memperhitungkan nutrisi yang
dibutuhkan oleh ikan pemberian pakan dengan kadar lemak tinggi juga menyebabkan
difisiensi thiamin (Vitamin B1).
Penyakit
nutrisi dapat dihindari dengan pemberian kombinasi pakan alami dan pakan buatan
dengan komposisi yang lengkap
Hal lain
yang harus diperhatikan adalah kualitas pakan yang diberikan. Pakan yang sudah
busuk atau pakan buatan yang kadaluarsa
(tengik/berjamur)
dapat menyebabkan ikan menjadi sakit
Mengapa nutrisi harus lengkap????
Penyakit nutrisi
1)Kekuranganvitamin
Kekurangan vitamin dapat mengakibatkan kelainan pada bentuk tubuh dan fungsi
organ pada ikan. Lebih lanjut hal ini mengakibatkan lambatnya pertumbuhan dan
rendahnya sintasan sehingga sangat merugikan pembudidaya. Kekurangan vitamin
ini juga menyebabkan ikan rentan terhadap serangan penyakit bakterial dan jamur
yang dapat mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi.
2)Kekurangan protein
Kekurangan protein
berarti kekurangan asam amino yang merupakan zat yang diperlukan untuk
ketahanan tubuh, sehingga kekurangan protein menyebabkan ikan menjadi mudah
terserang penyakit infeksi.
3)Kekurangan asam lemak essensial
Kekurangan asam lemak essensial
menyebabkan perubahan warna dan erosi pada sirip serta masuknya lemak kedalam
hati. Hal ini menebabkan lemahnya pertahanan tubuh ikan dan lambatnya
pertumbuhan.
4)Lipoid liver degeneration
Penyakit ini disebut
juga lipodosis. Menyebabkan pembengkakan pada hati dan kekurangan darah.
Pertumbuhan ikan menjadi lambat dan sintasannya rendah. Penyakit ini disebabkan
oleh pemberian pakan yang lemaknya sudah rusak. Penyakit nutrisi dapat
dihindari dengan pemberian kombinasi pakan alami dan pakan buatan dengan
komposisi yang lengkap.
3. KULTUR MASAL PAKAN ALAMI
Kultur masal pakan alami adalah upaya membudidayakan plankton sebagai pakan
alami ikan dalam jumlah dan tempat yang banyak. Kultur pakan alami ikan sangat
penting untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan benih ikan,terutama benih ikan
ukuran lepas hapa (kebul). Kultur pakan alami dapat dilakukan dengan
pemupukan.akan tetapi dengan cara ini akan tumbuh penyakit yang dapat menyerang
benih ikan tersebut. jadi perlu pemupukan dengan jenis dan dosis pupuk yang
tepat.cara lain adalah dengan menanami benih plankton tertentu agar hanya satu
macam atau jenis plankton saja yang dapat tumbuh.
Beberapa
jenis plankton (zooplankton) yang umum dibutuhkan benih ikan antara lain
sebagai berikut:
1. ROTIFERA, 2. MOINA,
3. Daphnia, 4. Cacing
Tubifek
1.ROTIFERA
Kultur Rotifera dapat dilakuakn di bak beton atau bak tanah yang sumber airnya
mengandung Rotifera. sebagai sumber air dapat menggunakan air sungai,air
kolam,atau air yang diinokulasi dengan Rotifera. Air yang masuk ke dalam bak
atau kolam harus di saring terlebih dahulu,terutama
untuk menghindari
adanya ikan atau serangga air yang dapat masuk ke dalam kolam atau bak.
Bak atau kolam di
keringkan terlebih dahulu selama 2-3 hari kemudian diisi air dan di lakukan
pengapuran sebanyak 100 g/m2.
Pengapuran ini bertujuan untuk memberantas ikan,predator,atau hama yang hidup
di dalam bak atau kolam dan untuk menaikkan pH. Setelah itu dilakuakn pemupukan
kotoran ayam kering sebanyak 1 kg/m2.
Kemudian bak atau kolamdiisi air dengan kedalaman 0,5 m.permukaan air di
semprot dengan Sumithion sebanyak 6-8 ppm untuk memberantas Cladocera agar
tidak mengganggu pertumbuhan Rotifera.
Panen Rotifera dapat di lakukan setelah 5-6 hari pemeliharaan dengan
pengambilan contoh air dan di saring dengan plankton Net Muller No.25 Dengan
cara tersebut dapat dilakukan panen Rotifera pada hari ke 5-12 dari saat
setelah pemupukan berlangsung.
2. MOINA
Kultur moina sebaiknya
dilakukan di wadah yang di letakkan di bawah atap yang transparan,misalnya atap
plastik,untuk menghindari sinar matahari langsung dan curah hujan. Wadah atau tempat yang telah diisi air sumur dengan kedalaman 40-60 cm.di
pupukdengan kotoran ayam kering (tanpa sekam)
Sebnyak 1 kg/m2.selain itu ,kedalam media kultur tersebut di gantungkan kantong
terilin atau karung yang berisi bungkil kedelai sebanyak 200g/m3. Bibit Moina
di tanam sehari setelah pemupukan awal sebanyak 2g/m3 Bibit Moina ditanam
sehari setelah pemupukan awal sebanyak 2 g/m3.bibit moina dipilih yang berwarna
merah dan Berukuran besar. Pemupukan ulang dilakukan 4 hari setelah pemupukan
awal sebanyak 0,25 dosis atau 250 g kotoran ayam kering dan 50 g bungkil
kedelai.Pemanenan dapat di lakukan antara 7-9 hari setelah pemupukan awal
dwngan serokan dari kain terilin. Untuk mendapatkan Moina setiap hari dapat di pakai 6 wadah dengan pelaksanaan
kultur secara bergilir, yaitu 2 hari sekali.dengan cara tersebut dapat
menghasilkan Moina 150-400 g/m3/hari.
3.Daphnia
Daphinia cepat di kultur di tempat trbuka. Untuk wadah kultur dapat digunakan bak atau
konteiner. Bak atau konteiner diisi dengan air sumur lalu dipupuk dengan
kotoran ayam kering tanpa sekam sebanyak 1,5 kg/m3. Kotoran ayam tersebut
dimasukkan kedalam kantong terilin atau karung dan digantung dalm media kultur. Sehari setelah pemupukan awal, bibit daphnia ditebar sebanyak 5 g/m3. pamupukan ulang dilakukan antara 7-14
harisetelah pemupukan awal sebanyak 0,5 dosis (750
g/m3). Pemupukan dilakukan 21hari setelh pemupukan awal dan dilakukan setiap hari
selama sebulan. Dalam sehari pemenenan dapat dihasilkan Daphnia sebanak 25
g/m3. Dengan cara ini dapat dihasilkan kira-kira 30 kg dalam kurun waktu
sebulan.
4. Cacing Tubifek/Sutra
Bentuk
tubuh cacing ini menyerupai rambut dengan panjang badan antara 1-3cm dengan
tubuh berwarna merah kecoklatan dengan ruas ruas. Cacing ini hidup dengan
membentuk koloni di perairan jernih yang kaya bahan organik. Cacing ini meiliki
57% protein dan 13% lemak dalam tubuhnya. Cacing sutra merupakan hewan
hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang
dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi dua sebelum menetas. Bahan organik yang baik untuk digunakan oleh cacing sutra adalah campuran
antara kotoran ayam, ampas tahu, dedak (bekatul) dan lumpur.
1. Persiapan Bibit
Bibit bisa dibeli dari toko ikan hias atau diambil dari alam
Note : Sebaiknya bibit cacing di karantina dahulu karena ditakutkan membawa
bakteri patogen.
2.Persiapan Media
Media perkembangan dibuat sebagai kubangan lumpur dengan
ukuran 1 x 2 meter yang
dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap tiap kubangan dibuat
petakan petakan kecil ukuran 20 x 20 cm dengan tinggi bedengan atau tanggul 10
cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm
3.Pemupukan
Lahan di pupuk dengan
dekak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2 atau dengan pupuk kandang
sebanyak 300 gr/M2.
4.Fermentasi
Lahan direndam dengan air setinggi 5 cm selama 3-4 hari.
5.Penebaran,Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2 – 5 Liter / detik
6.Pemanenan
Cacing Bisa dipanen setelah 8 – 10 hari.
4.1.PENYUSUNAN FORMULASI PAKAN
Jenis bahan baku yang harus disiapkan
sangat bergantung kepada jenis ikan yang akan mengkonsumsi pakan tersebut dan
stadia pemberian pakannya. Selain itu untuk mengetahui jenis-jenis bahan baku
yang akan dipilih harus dilakukan perhitungan. Perhitungan jumlah bahan baku
yang akan digunakan untuk membuat pakan ikan tersebut dinamakan menyusun
formulasi pakan. Setelah mengetahui tentang jenis-jenis bahan baku yang akan
digunakan untuk membuat pakan, kandungan zat gizi dari bahan-bahan baku
tersebut dan cara menyusun formulasi/ramuan pakan buatan barulah kita dapat
membuat pakan buatan. Pada bagian sebelumnya telah dibahas tentang jenis bahan
baku dan kandungan gizinya selanjutnya adalah menyusun formulasi.
Pengetahuan yang harus dipahami
dalam menyusun formulasi pakan ikan adalah kebutuhan ikan akan beberapa
kandungan zat gizi antara lain adalah :
- Protein, kebutuhannya berkisarantara 20
– 60%. Untuk ikan-ikan
laut biasanya kebutuhan protein
cukup
tinggi karena merupakankelompok ikan karnivora yaitu
berkisar
antara 30 – 60%.Sumber protein dapat diperoleh
dari
hewani atau nabati tetapiuntuk ikan laut lebih menyukai
sumber
protein diambil darihewani.
Lemak, kebutuhannya berkisar antara 4-18%.
Sumber
lemak/lipid biasanya adalah : Hewani : lemak sapi, ayam,
kelinci, minyak ika Nabati : jagung, biji kapas,
kelapa,
kelapa sawit, kacang tanah, kacang kedelai
Karbohidrat, terdiri dari serat kasar
dan Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN), kebutuhannya berkisar antara 20 –
30%. Sumber karbohidrat biasanya dari nabati
seperti jagung, beras, dedak, tepung terigu, tapioka, sagu dan lain-lain.
Kandungan serat kasar kurang dari 8% akan menambah struktur pellet, jika
lebih dari 8% akan mengurangi kualitas pellet ikan.
Vitamin dan mineral, kebutuhannya berkisar
antara 2–5% Jumlah keseluruhan bahan baku dalam menyusun formulasi pakan
ikan ini harus 100%.
Ada beberapa metode yang digunakan
dalam menyusun formulasi pakan antara lain adalah :
1. Metode Pearsons Square (Metode segi empat Pearsons)
2. Metode Aljabar
3. Metode Linier (Program linier)
4. Metode coba-coba (Trial and Error)
5. Metode Work Sheet
4.1.1.Metodesegi empat Pearsons
Metoda
segiempat kuadrat adalah suatu metode yang pertama kali dibuat oleh ahli pakan
ternak dalam menyusun pakan ternak yang bernama Pearsons.. Metode ini ternyata
dapat diadaptasi oleh para ahli pakan ikan dan
digunakan untuk menyusun formulasi pakan ikan.Dalam menyusun formulasi pakan
ikan dengan metode ini didasari pada pembagian kadar protein bahan-bahan pakan
ikan. Berdasarkan tingkat kandungan protein, bahan-bahan pakan ikan initerbagi
atas dua bagian yaitu :
- Protein Basal, yaitu bahan baku pakan ikan,
baik yang berasal dari nabati, hewani dan limbah yang mempunyai kandungan
protein kurang dari 20%.
- Protein Suplement, yaitu bahan baku pakan
ikan, baik yang berasal dari nabati, hewani dan limbah yang mempunyai kandungan
protein lebih dari 20%.
Dalam metode
segi empat ini langkah pertama adalah melakukan pemilihan bahan baku yang akan
digunakan untuk membuat pakan ikan. Disarankan untuk memilih bahan baku
pembuatan pakan ikan ini tidak hanya dari satu sumber bahan saja tetapi
menggunakan beberapa bahan baku dari sumber nabati, hewani atau limbah hasil
pertanian. Misalnya kita akan membuat pakan ikan dengan kadar protein 35%
dengan menggunakan bahan baku terdiri dari tepung ikan, dedak halus, tepung
jagung, tepung terigu dan tepung kedelai. Maka dengan menggunakan metode
segiempat ini, tahapan yang harus dilakukan antara lain adalah :
- Mengelompokkan bahan baku yang telah dipilih
berdasarkan kadar protein dari setiap bahan baku tersebut yaitu ;
- Bahan baku kelompok protein Basal : Dedak halus 15,58%, Tepung
Jagung 9,50%, Tepung terigu 12,27%
- Bahan baku kelompok protein Suplemen: Tepung ikan 62,99%, Tepung kedelai
43,36%
Melakukan perhitungan rata-rata kandungan
bahan baku dari protein basal dan protein suplemen dengan cara melakukan
penjumlahan semua bahan baku yang berasal dari protein basal dan membagi
dengan berapa macam jumlah bahan baku protein
- basal. Begitu juga dengan bahan baku suplemen
dilakukan penjumlahan kadar protein suplemen kemudian dibagi dengan
- berapa macam jumlah bahan baku protein
suplemen. Dari contoh kasus diatas maka jumlah kadar protein basal dari
ketiga bahan baku tersebut adalah 15,58% +9,50% + 12,27% = 37,35%,
kemudian nilai rata-rata bahan baku protein basal adalah 37,35% : 3 =
12,45%. Sedangkan jumlah kadar protein suplemendari dua bahan baku
tersebutadalah 62,99% + 43,36% =109,35%, kemudian rata-rata bahan baku
protein suplemen adalah 109,35% : 2 = 54,68%.
- Setelah bahan baku dikelompokkan menjadi dua
bagian yaitu protein basal dan protein suplemen maka langkah selanjutnya
adalah membuat kotak segi empat. Pada bagian tengah kotak segi empat
diletakkan nilai kandungan protein pakan yang akan dibuat. Pada bagian
atas kiri segiempat diletakkan nilai rat-rata kandungan protein basal dan
pada bagian bawah kiri segiempat diletakkan nilai ratarata kandungan
protein suplemen, lihat pada gambar dibawah ini ;
Lakukan perhitungan untuk
mengisi kekosongan nilai pada sisi sebelah kanan segiempat dengan cara diagonal
untuk setiap kandungan protein basa dan kandungan protein suplemen tersebut.
Pada bagian tengah segiempat tersebut diletakkan kadar protein pakan ikan yang
akan dibuat yaitu 35%. Untukmengisi nilai disebelah kanan segiempat bagian atas
adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein suplemen maka nilai
tersebut adalah melakukan pengurangan nilai protein suplemen dengan kadar protein pakan yaitu 54,68% - 35%
= 19,68%. Sedangkan untuk mengisi nilai pada segiempat sisi kanan pada bagian
bawah adalah nilai protein bahan baku yang berasal dari protein basal bahan
baku dilakukan pengurangan antara kadar protein pakan dengan kadar protein
bahan baku basal yaitu 35% - 12,45% = 22,55%, maka dapat dilihat pada gambar
segiempat dibawah ini adalah sebagai berikut ;
- Setelah diperoleh nilai pada keempat sudut
segiempat tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan penjumlahan nilai
pada bagian sisi sebelah kanan, maka dapat dilihat pada gambar segiempat
di bawah ini:
Langkah selanjutnya adalah
melakukan perhitungan komposisi setiap bahan baku yang telah disusun dengan
cara sebagai berikut : 19,68% Protein Basal = ---------- X 100% 42,23% =
46,60% 22,55% Protein = ---------- X 100% Suplemen 42,23% = 53,40%
- Dari hasil perhitungan pada langkah sebelumnya
maka dapat dihitung komposisi bahan baku yang akan digunakan untuk membuat
pakan ikan adalah sebagai berikut :
- Komposisi bahan baku yang berasal protein
suplemen adalah : Tepung ikan = 53,40% : 2 = 26,7% Tepung kedelai =
53,40% : 2 = 26,7%
- Komposisi bahan baku yang berasal dari protein basal adalah : Dedak
halus = 46,60% : 3 = 15,53% Tepung Jagung = 46,60% : 3 = 15,53%
Tepung terigu = 46,60% : 3 = 15,53%
Untuk membuktikan bahwa komposisi bahan baku yang
dipergunakan untuk membuat pakan ikan mengandung kadar protein 35% yang berarti
dalam satu kilogram pakan mengandung 350 gram protein dapat dilakukan
perhitungan sebagai berikut :
Tepung ikan 26,7% X 62,99%
= 16,82%
Tepung kedelai 26,7% X 46,36%
= 12,38%Dedak halus
15,53% X 15,58% = 2,42%Tepung jagung 15,53% X 9,50% = 1,48%
Tepung terigu 15,53% X 12,27% = 1,91%
-------------- +
35,01%Jika akan membuat pakan ikan sebanyak 100 kg maka komposisi bahan baku yang
harus disiapkan adalah sebagai berikut :
Tepung ikan 26,70% X 100 kg = 26,70 kgTepung kedelai 26, 70% X 100 kg = 26,70 kg
Dedak halus 15,53% X 100 kg
= 15,53
kgTepung jagung 15,53% X 100 kg
= 15,53 kgTepung terigu 15,53% X 100 kg = 15,53 kg
--------------- +
99,99 kg
5. PAKAN BUATAN
Dalam pembenihan secara
intensif biasanya diutamakan pakan pemberian pakan buatan. Pakan yang
berkualitas baik mengadung zat-zat makanan yang cukup yaitu: protein yang
mengandung sam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral.
Masing-masing ikan mempunyai kebutuhan optimal protein yang berbeda-beda,
misalnya untuk daerah tropis, benih ukuran kebul dan putihan memerlukan protein
sekitar 50%, ukuran jari (gelondongan) memerlukan protein 40%, dan ikan yang berukuran lebih besar memerlukan
protein antara 30 – 35%. Karbohidrat dalam pakan kira-kira 30%. Adapun bentuk
dan ukuran pakan setiap ikan memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan
bukaan mulut dari ikan tersebut.
Adapun beberapa bentuk pakan yang dikenal antara lain :
a.
emulsi,
b. tepung,
b.
c.remah
dan d.pellet.
a.Emulsi
emulsi merupakan bentuk pakan tambahan untuk benih umur 5 – 21 hari. Bahan dari
pakan ini terbuat dari kuning telur ayam dan tepung kedelai dengan perbandingan
1 : 1 serta ditambah vitamin 1% (vitamin bias dibeli diapotek) cara pembuatan
larutkan kuning telur ayam rebus dalam 200 ml air matang yang ditambah dengan
40 g tepung kedelai halus, 5 g tepung sagu (sebagai perekat ), dan 1 g
vitamin.campuran bahan-bahan tersebut di atas diaduk rata sambil di panaskan
sampai terbentuk emulsi. Pakan buatan itu cukup untuk benih seberat kira-kira 1
kg yang diberikan 6-8 kali sehari selama kira-kira 5 hari.pakan ini di berikan
dengan cara disemprotkan merata diatas permukaan air.Pakan berbentuk emulsi
tidak boleh disimpan di udara terbuka lebih dari 10 jam. Sebaiknya emulsi ini
di simpan dalam lemari es atau dengan membuatnya setiap akan memberi pakan.
b.Tepung Dan Remah
tepung merupakan pakan
tambahan benih ikan yang berumur antara 21-80 hari.jenis pakan buatan ini
terdiri dari tepung halus untulk benih yang berumur 40-80 hari.pakan buatan
yang berupa tepung ini terbuat dari pellet yang di giling halus dan di
ayak.benih yang berumur antar 80-120 hari tidak di beri pakan berupa tepung
lagi tetapi berupa remah.pemah merupakan pecahan pellet kering.
c.Pellet
pellet adalah pakan tambahan yang di cetak dalam bentuk butiran sebesar kacang
hijau dan diberikan untuk ikan dalam tahap pembesaran formulasI pellet ada
bermacam-macam tergantung dari bahan dasarnya berikut ini adalah salah satu
contoh formulasi pellet.
Tepungikan
Tepungkedelai
Premix
Kuningtelur
Tepungterigu
|
50%
30%
13%
5%
2%
|
FORMULASI PAKAN PELET BASAH
FORMULA 1 (FORMULASI
ALTERNATIF)
BAHAN Komposisi yang
diberikan Kandungan Protein dalam bahan baku Kandungan Protein dalam formulasi
:
1
|
Ikan Rucah
|
20 %
|
40 %
|
8
%
|
2
|
Manggot
|
20 %
|
40 %
|
8
%
|
3
|
Tepung Ikan
|
20 %
|
52 %
|
10.4 %
|
4
|
Tapioka
|
20 %
|
14 %
|
2.8 %
|
5
|
Dedak
|
20 %
|
12 %
|
2.4 %
|
Jumlah
|
100 %
|
-
|
31.6 %
|
FORMULA
II : Membuat pakan untuk
menekan biaya produksi
Pemberian dilakukan pada saat masa
pemeliharaan lebih dari 1 bulan Untuk
ikan Lele
¨ Ampas tahu 10 kg
¨ Dedak / bekatul 10 kg
¨ Tepung ikan 2 kg / pakan udang
yang dihaluskan
¨ Tambahkan 250 ml probiotik
¨ Tambahkan tetes 1 liter
¨ CARANYA :
¨ Semua bahan dicampur hingga homogen
¨ Difermentasi selama ± 5 hari
¨ Pemberian pakan dilakukan 3x
sehari (Pagi, siang, malam) sebanyak 5% / hari dari bobot ikan
¨ Diberikan penambahan pakan pellet sebanyak 2% / hari dari
bobot ikan setelah pemberian pakan ampas tahu fermentasi
TIP 3b :
Selain itu probiotik dapat jg berfungsi menambah pakan alami,
menghilangkan bau amonia, dll....
Fungsi :
- Menambah pakan alami, menekan pakan
pabrikan Ø
- Meningkatkan daya dukung dan kepadatan
kolam.Ø
- Menciptakan lingkungan ideal, bersih,
dan sehat bagi ikan/hewan air lain.Ø
- Menghilangkan bau ammonia dan lendir
disekitar dan dasar kolam.Ø
- Mengurai sisa-sisa pakan dan limbah
organik ikan/hewan air ( kotoran, kulit hewan air, dan organisme air yang
mati).Ø
- Mencegah pertumbuhan berlebih algae.Ø
- Menekan bakteri dan virus yang merugikan.Ø
6. Membuat Pakan Ikan sendiri
“Membuat pakan sendiri,” banyak
pembudidaya ikan berpikir apa bisa membuat pakan ikan sendiri untuk peliharaan
ikan? Tentunya bisa. Melihat sekarang pakan atau pellet terus naik harganya dan
makin tidak terjangkau para petani budidaya ikan. Pellet ukuran 5ml, 3 ml, 1.5
Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari
pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih
baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang baik.
Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan. Mengenal kebutuhan nutrisi ikan
merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan
nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila atau
tilapia berbeda dengan ikan lele. Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai
nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya. Pakan yang memiliki keseimbangan protein,
lemak, dan serat untuk kebutuhan ikan tertentu
akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang
dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya
dan waktu panen yang cukup lama. Macam-macam bentuk pellet Sering terjadi ikan
dipanen pada umur 6 bulan menjadi 8 bulan untuk ikan nila berukuran 500 gr.
Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang.
Kandungan
nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan.
Ikan yang berumur 1-2 bulan nilai protein antara 35%-50%. Ikan nila yang
berumur 2 bulan keatas 25%-35% . lihat table untuk lebih lanjut. Setelah
mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan
gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam
pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung,
dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya.
Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan.
Lihat table1. kandungan gisi bahan-bahan pembuatan pakan. Kandungan Protein
Bahan Makanan Ikan
Nama Bahan
|
Protein
|
Lemak
|
Serat
|
Tepung Teri
|
63.7
|
14.2
|
13.6
|
Tepung Udang
|
47.4
|
78.9
|
54.49
|
Tepung Darah
|
80.8
|
55.6
|
10
|
Tepung Bekicot
|
39
|
9.3
|
31.05
|
Tepung Ikan
|
62.9
|
9.6
|
13.6
|
Tepung Kedelai
|
46.8
|
5.3
|
13.54
|
Tepung Terigu
|
12.2
|
71.1
|
60
|
Dedak Halus
|
13.3
|
2.4
|
9.4
|
Tepung Jagung
|
9.8
|
3.2
|
21.76
|
Tepung Singkong
|
|
0.8
|
50.30
|
Bungkil Kac Tnh
|
34.5
|
13.7
|
10.7
|
Bungkil Kelapa
|
24.0
|
8.0
|
10
|
TP Ayam Segar
|
15.5
|
10.2
|
10.36
|
TP Azolla
|
27,2
|
-
|
-
|
TP Ampas Tahu
|
25.55
|
6
|
-
|
Jika
di daerah anda tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas anda
masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan tiga macam saja tentu bisa juga.
Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Ingat
lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih
baik daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang
tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus
berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan
pembuatan pellet.
Bahan
|
Lemak
|
Protein
|
Bahan/KG
|
Ikan
|
9.6
|
62.9
|
100
|
Dedak
|
2.4
|
13.3
|
100
|
Jagung
|
4.5
|
9.8
|
100
|
Kedelai
|
1.3
|
46.8
|
100
|
Kopra
|
16.7
|
79.4
|
100
|
Ampas Tahu
|
2.6
|
45,37
|
100
|
Table2.
Bagaimana
mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila? Ada
banyak cara untuk menghitung dan menkombinasiakan bahan pakan yang memenuhi
standar yang di tentukan.Misalnya kita akan membuat pakan dengan nilai protein
40%, lemak 5% dengan bahan yang tersedia; tepung ikan, jagung giling, dan ampas
tahu lihat contoh table formula campuran bahan pakan.
Bahan
Jumlah campuran Harga
Formula
BahanKandungan
Nutrisi
%Cost (RP/100
kg)
|
Lemak
(%)
|
protein
(%)
|
Ikan Teri
|
30.0
|
1.80
|
19.11
|
Dedak
|
0.0
|
0.00
|
0.00
|
Jagung
|
20.0
|
0.90
|
1.96
|
Kedelai
|
50.0
|
0.65
|
23.40
|
Total
|
100
|
3.35
|
44.47
|
|
|
|
|
|
Tabel 3.
Formula
Ingredient Inclution RateInclution Contribution to
|
Protein
(%)
|
%Cost
(RP/100 kg)
|
Lipid
(%)
|
Ikan Teri
|
30.0
|
1.80
|
19.11
|
Dedak
|
50.0
|
1.20
|
6.65
|
Jagung
|
20.0
|
0.90
|
1.96
|
Total
|
100
.0
|
3.90
|
27.72
|
Tabel 4.
Contoh
campuran bahan diatas hanya terdiri dari tiga bahan: tepung ikan, jagung halus,
dan ampas tahu. Tentu saja anda bisa membuat dengan model campuran yang lain
akan tetapi tepung ikan bahan utama yang harus ada dalam setiap pembuatan pakan
ikan karena tepung ikan menimbulkan aroma yang dapat merangsang napsu
makan ikan dan akan lebih baik lagi bila
di tambahkan dua persen minyak ikan pada campuran pembuatan pellet ikan.
Perhitungan diatas adalah perhitungan kasar. Kualitas bahan dan lain unsur lain
dapat mempengaruhi nilai kandungan gisi setiap bahan. Setelah ditentukan bahan
yang akan di gunakan kita sampai pada proses pencampuran sebagai berikut;
Sediakan
tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg .Campurkan
setiap bahan yang sudah ditentukan dalam kilogram. Aduk sampai semua bahan
sudah tercampur dengan mereta. Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan
menjadi berbentuk pellet. Mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet
basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak
bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering
bisa mencetak pellet basah.
Gambar Praktek Pembuatan Pellet Desa Tamanan
Desain
pencetak pellet basah umumnya lebih murah dan mesin ini banyak di buat dalam
negeri oleh bengkel-benkel industri kecil tapi, ada juga diantara mereka yang
memproduksi mesin pencetak pellet kering dan harganya dua sampai tiga kali
lipat, karena pembuatanya lebih mahal. Dalam proses pencetakan pellet basah
hendaknya campuran air pada bahan jangan terlalu banyak atau sampai
encer.Pellet akan terbentuk jika campuran tidak encer. Percobaan berulang-ulang
akan menghasilkan takaran air yang tepat. Tuangkan bahan yang sudah dicampur ke
mesin pencetak sedikit demi sedikit untuk melihat hasil cetakan apakah sudah
bagus atau belum, tambahkan air jika mesin kelihatan bekerja terlalu berat atau
jika terlalu encer tambahkan bahan kering yang sudah dicampur. Budidaya ikan
nila akan lebih banyak menguntungkan jika pakan ikan dibuat sendiri. Makanan
ikan merupakan biaya yang paling banyak dikeluarkan dalam usaha budidaya ikan.
7. Masalah
Yang Timbul Dalam
Pembuatan Pakan
Ikan
Kualitas
bahan. Bahan-bahan yang tidak berkualitas ditandai dengan fisik bahan yang
bersisik. Bahan yang bersisik disebabkan oleh bahan itu sendiri yang sudah lama
atau juga semacam kutu dan bakteri. Ada juga bahan yang mulai rusak
ditandai dengan bau yang tidak
sedap lagi,
kerena bahan terlalu lama disimpan. Kerusakan pada tepung ikan, aroma ikan
sangat tajam bila orama tidak tercium dengan kuat maka tepung ikan itu kurang
berkualitas. Tepung ikan yang sudah lama disimpan tidak akan menimbulkan aroma
ikan, Biasanya kandungan nutrisinya kecil. Kerusakan pada jagung disebabkan
kurang kering atau kadar air masih tinggi. Binatang kecil semacam kutu juga
banyak merusakan jagung yang disimpan terlalu lama. Sebaiknya jangan mengunakan
bahan yang sudah berkutu dalam pembuatan pakan ikan. Demikian juga dengan
dedak.Kebersihan mesin juga sangat penting dalam pembuatan pakan ikan. Setelah
mesin digunakan sebaiknya mesin dibersihkan dengan air bersih yang betekanan
(selang), supaya semua bahan yang tersisa saat membuat pellet terbawa air.
Bagian dalam; sudut, ulir dan mata cetakan disemprot dengan air. Tapi,
berhati-hati dengan mesin, bearing dan baut jangan sampai kena air. Dan lantai
juga perlu dibersihkan dengan air. Pakan yang baik didukung oleh lingkungan
kerja yang bersih. Sewaktu menjalankan mesin harus berhati-hati. Kecerobohan
bisa menimbulkan kecelakaan fatal bagi operatonya. Setiap mesim mempunyai
petunjuk manualnya, baca terlebih dahulu penjelasan cara pengunaan mesin dan
pemeliharaan agar aman dan hemat. Pengeringan pakan. Pengeringan dengan panas
matahari murah tapi disisi lain bisa menjadi mahal bila pakan sampai berjamur.
Pengeringan secara moderen tidak menimbulkan masalah pengeringan yang berarti
mungkin hanya pada teknisnya, akan tetapi pada pengeringan manual dengan
mengunakan cahaya dan panas matahari sering menimbulkan masalah. Pakan kering
sampai beberapa hari
karena musim penghujan atau mendung mengakibatkan pakan berjamur. Suhu pakan
lembab dan tidak kering akan menimbulkan jamur dan itu tidak baik untuk
kesehatan ikan anda.
Penyimpanan dan kemasan pellet ikan.
Pellet yang sudah kering sebaiknya dimasukan kedalam karung plastic
menghindarkan bakteri dan kotoran yang memicu kerusakan pellet. Tempat yang
kering, bersih, dan tertutup tapi tidak
panas mencegah timbulnya jamur. Jika pellet hanya untuk pakai sendiri sebaiknya
penyimpanan jangan sampai berbulan-bulan itu terlalu lama, stok yang baik kurang dari sebulan dari
tanggal produksi digunakan lebih baik.
Kecuali, mengunakan pengawet dan pemeriksaan kadaluarsa analisa laboratotium.
Ikan Tidak Mau Makan Pellet Buatan Sendiri
Kenapa...? Awalnya
ikan tidak mau makan pellet buatan sendiri.
Setelah mempelajari beberapa buku tentang budidaya ikan, Jenis makanan
ikan, cara membuat pakan sendiri dan kebiasaan ikan makan secara fisiologis
diperhatikan. Maka Pancaran tentang keinginan melakukan pembuatan pellet
sendiri semakin semangat dan tinggi harapan keberhasilan dalam budidaya ikan
dipekarangan juga terang. Disamping bukan secara kebetulan bahan-bahan dan
peralatan untuk membuat pakan buatan sendiri (pellet Ikan) dilingkungan kita
cukup banyak tersedia. .Persiapan alat dan bahan mulai dikumpulkan sesuai
Nutrisi ikan, seperti Jagung, Kedelai, Dedak,Tepung Ikan, dll.
Dan untuk
bahan yang masih berbentuk kasar atau buitiran semuanya dihaluskan supaya dalam
pencampuran lebih homogen. Setelah semua bahan digiling pakan ini di
campur (mixing) sampai merata dengan
mengunakan mesin mixing. Kemudian, memasukan
bahan-bahan ini ke dimesin cetak pellet. Setelah pellet dikeringkan,
dimulai mencoba memberikan pellet buatan sendiri ke ikan. Tapi, apa yang terjadi. Saya pikir ikan akan langsung memakan
pellet buatan sendiri, melihat air dikolam tidak bergerak, tidak ada
tanda-tanda ikan menyerbu pellet yang ditaburkan pada kolam ikan, pagi dan sore
selama tiga hari tidak nampak ikan memakan pellet buatan sendiri . Beberapa
hari seolah pakan buatan sendiri tidak digubris oleh ikan , kemudian mencoba
dengan buatan pabrik. Segenggan saja pellet buatan pabrik ditebarkan, Ikan
langsung mengerakan permukaan air dan semakin banyak di tebar pellet buatan
pabrik semakin banyak ikan menyerbu pakan itu. Pasti pellet buatan pabrik lebih
enak dari buatan sendiri. Saya kira pakan buatan sendiri bukan kurang protein.
Tapi, ada unsur lain yang membuat ikan langsung menyerbu pellet pabrikan itu.
Ada sat yang merangsang penciuman ikan sehingga ikan langsung memakan makanan
produksi pt itu. Aroma pakan pabrik lebih tajam dan menarik buat ikan. Aroma
yang ada dalam pakan buatan pabrik membuat ikan bernapsu makan. Aroma ikan itu
berasal dari minyak ikan. Ikan makan minyak ikan. Penasaran dengan pellet
buatan sendiri yang dicuekin sama ikan
kemudian mencari minyak ikan yang katanya bisa menamba napsu makan. Dengan
mencampurkan tiga persen per seratus kilogram untuk membuat pellet.
Setelah
dicetak dan dikeringkan saya langsung memberikan pellet buatan sendiri itu ke
kolam yang berisi ribuan ikan dan ratusan ikan lainnya dalam satu kolam.
Seperti dugaan saya,”ikan langsung mengerakkan permukaan air bertanda pellet
racikan ini berhasil”. Semakin ditebar makin banyak ikan yang doyan dengan
pellet buatan sendiri. Ikan cepat besar. Tepung ikan dan minyak ikan sumber
protein terbesar yang dibutuhkan ikan untuk cepat besar. Dalam membuat pakan
ikan sebaiknya kedua bahan tersebut harus ada dalam menu pembuatan pakan ikan
agar hasil produksi ikan maksimal. Minyak ikan mahal dan langka. Kenyataan
minyak ikan susah di dapat apalagi daerah-daerah yang jauh dari industri
pengolahan ikan dan pengolahan limbah
ikan. Oleh karena perusahaan besar yang
bekerja sama dengan mensuplai minyak ikan ke pabrik pembuatan pakan. Dan
jarang minyak ikan berada di pasaran
tradisitional atau pasaran bebas. Apakah ada jalan lain? Bukti
pengalaman. Saya tidak mengunakan minyak ikan terus menerus. karena minyak ikan
terlalu mahal. Dan jarang ada dipasaran local. saya
mengunakan minyak ikan hanya untuk membuktikan bahwa minyak ikan itu dapat menarik napsu makan ikan. Dan ternyata
demikian. Jika anda ingin membuat pellet racikan sendiri anda boleh menambahkan
minyak ikan dalam pembuatan pakan ikan anda. Bukan hanya ikan doyan makan tapi
ikan akan cepat besar.Pellet pabrik dan pellet buatan sendiri. Di campur
1:3 satu kg pellet pabrikan tiga kg
pellet buatan sendiri di campur sebelum ditebarkan ke ikan. Alternative ini saya lakukan untuk membuat
ikan terbiasa dengan pakan buatan sendiri. Dari
pengamatan, lama-kelamaan ikan mulai memakan pakan yang dibuat sendiri tampa
dicampur lagi. Ikan mulai terbiasa dengan pellet buatan karena terbiasa dengan
pola makan. Kenyataannya ikan terus berkembang namun tidak jauh berbeda
dengan memberikan pakan pabrikan setelah
diuji coba di dua kolam kecil yang
berbeda, akan tetapi pada awalnya mengunakan cara mencampur pakan
pabrikan 1:3, untuk
membuat ikan terbiasa dengan pellet racikan sendiri. Pola makan membuat ikan bertambah besar.
Kebiasaan makan yang baik juga mendorong pertumbuhan ikan. tiga kali sehari
akan memacu pertumbuhan ikan lebih baik.
Jika ikan terbiasa dengan makan teratur hampir apa saja yang menyerupai pellet
ikan akan menyerbunya. Hanya ikan yang memutuskan apa yang anda berikan baik
untuk mereka. keuntungan dan kerugian budidaya nila.
SELAMAT MENCOBA
SEMOGA SELALU SUKSES
Daftar Pustaka
*. Atmadja , H
, Pengamatan Makanan
Tambahan / Buatan
Kontribusi No.6.10
Lembaga Penelitian Perikanan Darat , Bogor, t.th
*. Haniah., Penetapan Oksigen yang larut dalam
air,Derektorat
Jenderal Perikanan,Lembaga Penelitian
Perikanan Darat, Bogor, 1972
*. Rahardi, F. 1993 ................ Kristiawati, Ragina,
Nazaruddin
Agrobisnis Perikanan Penerbit Swadaya,Jakarta.
*. Totok Sudaryanto, 2000. ......................
Ketahanan Pangan &
Agribisnis. Ekstensia
Vol. II tahun VI
*. Sutarjo HS. 99 .................... Majalah,
Peternakan, Perikanan
AquaKultur 42 / 49
*. Hadi ............................ Ikan
Sumber Protein Hewani
Trubus , No 1378 tahun XII
*.Ondi Mulyadi Sukma dan Maman Tjarmana, Budidaya Ikan
Volk WA, Margaret FW . 1993. Mikrobiologi dasar Jilid I
Jakarta : Erlangga,
cetakan ke-1 Yasa Guna, Jakarta, 1980
*. Sumantadinata, Komar. 1981....... Pengembangan ikan-ikan
peliharaan di Indonesia, Jakarta : Sastra Hudaya
TEKNOLOGI
PEMBUATAN
PAKAN IKAN